lagilagisoalcintacapedeh

udududududududuh… gara-gara bulletin board (papan bulet-bulet?) di friendster keparat, jadi kepikiran semaleman. pertanyaannya sederhana: (kurang lebih gini)

kapan terakhir kali jatuh cinta?
*… mendadak diam dan mengingat-ingat*

i wish i could say “everyday i love you”… tapi gak mau ngegombal tengah malem buta. lah wong walaupun diucapkan setiap sempat, gak selalu sadar kok pas ngucapinnya, otomatis aja keluarnya. bahkan kadang-kadang disebut cuma buat cari aman, biar abis itu gak muncul pertanyaan seperti ini

“eh kok gak dijawab. i said I LOVE YOU! denger gak sih?”

*… mendadak inget kalimatnya si Hale Berry di Cat Woman: Love is overrated*

i wish i could say that everyday is full of sparks, or everyday is a new adventure. but the thing is, ketemu orang yang sama selama bertahun-tahun, semua jadi udah kebaca. senangnya sudah gak meledak-ledak. grafiknya sudah flat, dengan kata lain, well, boring.

“… mendadak inget jeung ini, yang pernah bilang kalo in relationship itu cinta cuma awal-awal, selanjutnya ya kerja keras”

berapa banyak perubahan saya atas nama dia. pun sebaliknya. rela atau gak rela, semuanya dijabanin. egois kalo ngeliat cuma dari pengorbanan saya, ya gak?

“… mendadak inget bagaimana dia ada di samping saya, meninggalkan tempat asalnya, memulai segalanya dari nol bareng saya. menguatkan saya. mengajari saya. mencintai saya”

dan disinilah saya, di tengah malam buta, mempertanyakan soal kapan terakhir saya jatuh cinta. duh, padahal yang namanya jatuh itu konotasinya gak enak ya, kok dipadankan dengan kata cinta?come to think of it, emang gak selalu enak kok.

apalagi kalo kita sudah lupa gimana rasanya, atau walaupun inget tapi feelingnya udah gak dapet kayak dulu lagi. sementara sebagai manusia yang (berusaha untuk) dewasa, mestinya sudah ngerti kalo hubungan (apalagi yang <niatnya> jangka panjang) lebih ke masalah komitmen. sudah untung komitmennya bareng-bareng, kalo cuma sendirian kesian kan… hahaha.

satu hal yang sepertinya mesti selalu saya ingat: cinta itu bentuknya gak selalu sama, makanya efeknya bisa beda-beda.

jadi atas pertanyaan tadi, jawaban paling jujur yang bisa saya tulis hanyalah:

the thing is, in love, sometimes you just forget the hows.

iq with bvsmp: anytime

3 Responses to “lagilagisoalcintacapedeh”

  1. cinta itu sebenernya kerja kerasnya dari awal kok. siapa bilang kita cuma senang-senang aja di awal? ketika mata kita melihat, telinga kita mendengar dan bibir kita mencecap saat kita ‘jatuh’ cinta, semua indera ini bekerja dua kali lipat. makanya sensasi yang ditimbulkan dua kali -eh bahkan jutaan kali lebih hebat dari biasanya. cuma memang, karena pekerjaan keras ini dilakukan dibawah alam sadar, maka kita nggak merasa sedang bekerja.

    and there’s no such thing as ‘forgetting the hows’. the bitter truth is, it’s more of a ‘won’t’ situation rather than ‘can’t’. i once fell out of love and that happened because i let myself out.

    because when it’s not right, no matter how much sacrifice have been made, it just doesn’t feel right. and the heart is to be followed, because love is a matter to the heart.

    maap ya kepanjangan. :)

  2. hmmm… i couldn’t agree more about this won’t/can’t thing. bitter truth, indeed.
    thanks for stopping by :)

  3. seringkali cinta bgitu menggebu-gebu di saat awal, apalagi saat-saat PDKT, tapi seringkali layu dan makin layu saat merasa cinta itu sudah didapatkan.

Leave a Reply