lagilagisoalcintacapedeh
udududududududuh… gara-gara bulletin board (papan bulet-bulet?) di friendster keparat, jadi kepikiran semaleman. pertanyaannya sederhana: (kurang lebih gini)
i wish i could say “everyday i love you”… tapi gak mau ngegombal tengah malem buta. lah wong walaupun diucapkan setiap sempat, gak selalu sadar kok pas ngucapinnya, otomatis aja keluarnya. bahkan kadang-kadang disebut cuma buat cari aman, biar abis itu gak muncul pertanyaan seperti ini
“eh kok gak dijawab. i said I LOVE YOU! denger gak sih?”
berapa banyak perubahan saya atas nama dia. pun sebaliknya. rela atau gak rela, semuanya dijabanin. egois kalo ngeliat cuma dari pengorbanan saya, ya gak?
apalagi kalo kita sudah lupa gimana rasanya, atau walaupun inget tapi feelingnya udah gak dapet kayak dulu lagi. sementara sebagai manusia yang (berusaha untuk) dewasa, mestinya sudah ngerti kalo hubungan (apalagi yang <niatnya> jangka panjang) lebih ke masalah komitmen. sudah untung komitmennya bareng-bareng, kalo cuma sendirian kesian kan… hahaha.
satu hal yang sepertinya mesti selalu saya ingat: cinta itu bentuknya gak selalu sama, makanya efeknya bisa beda-beda.
jadi atas pertanyaan tadi, jawaban paling jujur yang bisa saya tulis hanyalah:
iq with bvsmp: anytime
January 16, 2008 at 9:54 am
cinta itu sebenernya kerja kerasnya dari awal kok. siapa bilang kita cuma senang-senang aja di awal? ketika mata kita melihat, telinga kita mendengar dan bibir kita mencecap saat kita ‘jatuh’ cinta, semua indera ini bekerja dua kali lipat. makanya sensasi yang ditimbulkan dua kali -eh bahkan jutaan kali lebih hebat dari biasanya. cuma memang, karena pekerjaan keras ini dilakukan dibawah alam sadar, maka kita nggak merasa sedang bekerja.
and there’s no such thing as ‘forgetting the hows’. the bitter truth is, it’s more of a ‘won’t’ situation rather than ‘can’t’. i once fell out of love and that happened because i let myself out.
because when it’s not right, no matter how much sacrifice have been made, it just doesn’t feel right. and the heart is to be followed, because love is a matter to the heart.
maap ya kepanjangan.
January 16, 2008 at 10:22 am
hmmm… i couldn’t agree more about this won’t/can’t thing. bitter truth, indeed.
thanks for stopping by
January 17, 2008 at 3:34 pm
seringkali cinta bgitu menggebu-gebu di saat awal, apalagi saat-saat PDKT, tapi seringkali layu dan makin layu saat merasa cinta itu sudah didapatkan.